Sabtu, 25 Oktober 2014

Negosiasi Adalah Kunci Keberhasilan dari Bisnis



Original Posted By fanitobias72 ►
Permisi om TS,ane 22thn mahasiswa sastra inggrs smster 4.Ane berenti kuliah karena suatu masalah dan sekarang sedang fokus untuk jadi enterpreneur.Sebelumnya ane pernah joinan buka warkop ama tante ane.Tapi buyar karena beda pendapat(ane punya ide untuk ngembangin usaha dgn nambah fasilitas tp beliau ga cocok dgn ide saya).Oh ya,saya jg punya pgalaman kerja di cafe terkenal di kota ane kuliah.skip skip,ane sekarang pengen buka cafe dengan konsep yg beda di kota ane,budget ane 20jt an .ane udah survey tempat dan liat" calon konsumen ane ,prospek bgt untuk buka "tempat nongkrong" disini.Ane jg punya cita" bisa ngembangin cafe ini punya cabang di seluruh indonesia.pertanyaan ane nih karena ini start-up pertama,
1.Apakah saya harus menyewa ruko(harga sktr 15jtan\thn tp tempat stragis deket kampus ada toko burger dan 1 tongkrongan saingan sekitar 1km.toko burger ga terlalu ramai,warkop saingan rame pas sore-malam.)Tentu saja memakan banyak budget saya,opsi 2 saya nyewa lahan depan toko (hrga murah tp tidak cocok dgn konsep cafe saya(outdoor,uncomfort,debu,harus bongkar pasang stand)
2.Apakah saya harus menambah modal dengan hutang?(Opsi 1.pinjam uang temen dgn jaminan motor saya satu"nya mau ga mau dia jd investor,jadi ada persentase(mengurangi laba saya)opsi 2.hutang bank(ane trauma ama bunganya soalnya bisnis ortu ane hancur karna bunga bank tinggi)
3.Tante ane yg lain pengen buka barbershop khusus cowo,ane planning pengen kolaborasi jd 1 tempat gt.Cafe+barbershop jelas prospek karena anak" muda disini msh susah buat nyari barbershop khusus model cowo apalagi ditmbah tempat nongkrong sambil nungguin antrian atau setelah cutting hehe.Menurut TS gmn management yg bagus jika saya deal kolaborasi usaha dgn tante ane ini.apakah beliau hanya investor,ane owner atau kita bagi tempat untuk jd owner masing" tp tetep saling support(sewa tempat bagi dua)?
Maaf jika terlalu bnyak,mohon pencerahannya terima kasih


Jawab saya:
Sesuai dengan judul, ya memang benar, negosiasi adalah kunci dari bisnis.
Saya ingat keadaan saya sewaktu mulai bisnis saat kuliah dulu. ada satu tempat yang dikontrakkan dengan harga 10 juta pertahunnya. Saat itu saya mencoba negosiasi dengan pemilik, untuk menyewa tempat itu dengan membayar secara bulanan, hasilnya saya membayar 1 juta per bulan waktu itu, dan menyewa kira2 1 th dan kemudian pindah yang lebih besar.
Salah satu kunci bisnis adalah negosiasi, entah negosiasi dengan costumer, negosiasi dengan investor, negosiasi dengan pemegang saham, negosiasi dengan bawahan, dan sebagainya. Komunikasi adalah segalanya, mentransfer pikiran dan mewujudkan ide melalui komunikasi, terutama negosiasi.
Semua yang anda utarakan bisa saja anda wujudkan, demi keuntungan anda. Tentu saja kembali pada negosiasi anda dengan orang2 pada cerita anda.
Ilmu negosiasi sendiri tidak diajarkan di sekolah2, namun pengembangan diri sendiri dan pribadi seseorang.
Berikut ini ada beberapa point dasar2 negosiasi agar berhasil: 

  1. gunakan empati anda, ketahui apa kebutuhannya, keinginan dan pola berpikir lawan bicara anda.
  2. Gunakan bahasa tubuh yang baik, jangan tertutup, anda harus terbuka dan tunjukkan anda ingin bersahabat dengan lawan bicara anda. 
  3. Gunakan bahasa yang sopan dan baik, contoh kecil gunakan kata saya daripada kata aku.
  4. Lempar ide anda, lalu dengarkan dengan baik-baik lawan bicara anda, analisalah kemauan, keinginan, kebutuhan, dan retorika cara berpikirnya. setelah dia selesai bicara, coba cari perpaduan ide anda dengan keinginan lawan bicara anda.
  5. Setelah selesai, anda harus tanamkan dalam pikiran anda, ini bukan kemenangan, tapi awal dari sebuah hubungan anda dengan lawan bicara anda, mengandung sebuah konsekuensi dan kewajiban (anda maupun lawan bicara anda), baik dari hasil negosiasi tersebut maupun dari hubungan anda dengan lawan bicara anda.

Hal diatas mungkin adalah sebagian kecil kunci keberhasilan dari negosiasi, dan saya bukanlah ahli komunikasi, tapi saya belajar dari pengalaman pribadi saya mengenai negosiasi. Masih banyak hal lain yang perlu anda siapkan sebelum negosiasi, contoh data2 yang akurat, memahami kemampuan anda dan pihak anda, dan lain sebagainya.
Juga mungkin saya tidak banyak menjawab pertanyaan anda yang harus memilih yang mana. Tapi yang penting anda lakukan ialah menilai dulu jalan mana yang anda pilih, keuntungan, kelebihan, kelemahan, persaingan, dan cara kreatif untuk menarik pasar. Karena anda sendiri yang memahami keadaan pasar, peluang dan kekuatan anda.
Semoga membantu...
Sumber: klik disini

Jumat, 31 Januari 2014

Tanah = emas

http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000004601230/konsultasi-usaha-oleh-pak-hadi7878/18
 Original Posted By wisnuadinu
gan, ane seorang PNS berumur 23 thn, jujur ane mimiliki minat yang jauh lebih besar di bidang entrepreneur, berikut ane gambarkan detail kondisi yang ane hadapin:
- saat ini ane tidak memiliki modal sama sekali dalam bentuk uang..
- ane mimiliki modal dalam bentuk tanah peninggalan orang tua di beberapa tempat di kota madiun jatim, dan sintang kalbar.. kalau ditotal sih ada sekitar 5 Ha..
- sebagian besar tanah yang di kota madiun sih ditanami tebu, sisa 1 doank yang terbengkalai, tapi luasnya cuman sekitar 750m2 di belakang kampus universitas merdeka. Kalau yang di sintang kalbar semuanya nganggur, yg gede sih di depan salah satu pusat perbelanjaan seluas sekitar 3000m2, dan ada yg agak jauh dari kota tapi di pinggir jalan besar untuk menuju tempat wisata sekitar 2Ha..
- keluarga ane juga punya peternakan igan gurame kecil-kecilan gan, tapi miris ngeliat harga jualnya di tingkat petani. Kalau ke konsumen kan gurame dikenal sebagai salah satu ikan mahal, tapi di tingkat petani harga jual per kg nya tidak lebih dari 20rb. Makanya ane kepikiran gimana caranya supaya ane bisa meningkatkan nilai dari ikan gurame ini, tapi ane gak punya keahlian memasak..
- owh ya, ane sendiri saat ini bekerja di maluku, jadi kalau bisa sarannya merupakan usaha yang dapat dikontrol dari jauh melalui orang2 kepercayaan atau keluarga dekat, soalnya hampir mustahil kalau ane buka usaha di maluku karena instansi ane yang sering memutasi pegawainya..
- semua kondisi ini ane gambarkan secara detail bukan untuk disombongkan ya gan, tapi semata2 pengen mendapatkan pencerahan yang akurat dari ente..

mohon masukan dan sarannya gan..



Tanah = emas, bahkan melebihi emas. Tapi emas jaman sekarang bisa turun banget nilainya. TAPI TANAH TIDAK PERNAH TURUN, itu kunci modal anda.
Agan punya modal, hendaknya dimanfaatkan dulu.
Mohon maaf; Mungkin anda kurang dekat dengan orang tua anda, coba anda tanyakan kepada orang tua anda, kenapa mereka menyimpan tanah untuk anak2 mereka. Bagi saya mereka sangat cerdik dengan menyimpan tanah untuk anak2nya.
MODAL ANDA SEKARANG = tanah.
Silahkan anda rancang skenario untuk diri anda sendiri, mau jual tanah anda trus untuk modal, mau sewakan tanah anda untuk modal, mau kerjasamakan tanah anda untuk modal, atau lainnya.
Dari skenario diatas itu, Agan musti ketahui dulu, semua informasi tentang tanah sekitar anda, kelebihan tanah anda dibanding yang lain, dan harga pasaran sekitar (ilmu marketing).
Semua itu informasi itu sangat mendukung perolehan modal yang anda akan dapatkan. Semakin banyak kelebihan tanah anda, semakin PD pula anda menjual/menyewakan/mengkerjasamakan tanah anda sendiri.
Setelah anda mendapat modal, lalu mau dikemanakan uang itu. Untuk modal usaha atau modal kerja atau beli tanah lagi? hahahaha
sudah seharusnya anda bersyukur punya orang tua yang cerdik.....

lesprivatbisnis.blogspot.com

Minggu, 24 Maret 2013

Menyelesaikan masalah tanpa Uang...

Beberapa waktu lalu saya berbincang2 dengan saudara saya. Ada 1 hal yang saya kagum dari beliau.
Beliau pernah merasakan sangat down/stress saat2 keadaan bisnisnya kurang baik. Dari situ timbul omongan yang sangat saya kesan sampai sekarang, yaitu "menyelesaikan masalah tanpa uang, itulah yang membuat mental manusia jadi kuat".
Beliau mencontohkan anaknya. Ketika anaknya memecahkan botol minuman temannya, terjadi perbedaan antara penyelesaian masalah dengan menggunakan uang atau tanpa uang. Mari kita lihat perbedaannya,
  • Dengan menggunakan uang: botol minuman pecah, si anak bilang kepada orang tuanya, lalu orang tua "mengeluarkan duit" untuk mengganti botol minuman yang pecah. Masalah selesai.
  • Tanpa uang: botol minuman pecah, si anak bilang pada orang tua, lalu orang tua bilang ga punya duit, lalu orang tua bilang, harus minta maaf pada temannya, orang tua temannya, dan gurunya. Si anak melakukan dengan penuh tangisan, memberanikan dirinya yang takut untuk minta maaf kepada orang2 yang bersangkutan. Masalah selesai.
2 Hal diatas bisa kita lihat. Bagaimana rasa "pain" perlu bagi kita, uang memang bisa menyelesaikan masalah, namun tidak membentuk karakter manusia. Entah yang namanya keberanian, tegar, kuat diri, bernegosiasi, maupun interaksi sosial, makin terasah jika masalah bisa diselesaikan tanpa uang.
Beliau mengatakan, banyak anak2 orang kaya, yang ketika menghadapi masalah, mereka lari kepada orang tua, lalu uang berbicara. Sehingga karakter, mental, keyakinan dan kecakapan menyelesaikan problem solving tidak terasah. Sehingga banyak yang tidak bisa meneruskan bisnis warisan (ingat mitos 2 atau 3 generasi bisnis akan ambruk).
Wes lah, ndak usah mengurusi anak2 orang kaya, sekarang bagi kita bagaimana cara menyelesaikan masalah kita tanpa uang itu yang membuat kita menjadi emas. Silahkan coba sendiri ya?

Minggu, 19 Agustus 2012

PPBJ

Diambil dari thread saya di Kaskus: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4601230&page=16







Quote:
Originally Posted by Spirit2003 View Post
Salam sukses pak hadi , ada yang ingin saya tanyakan mengenai masalah PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dalam transaksi jual beli ruko / rumah.

apabila kita telah melakukan PPJB dengan penjual dengan klausal pelunasan dilakukan dengan jangka waktu tertentu di depan secara tunai keras dan apabila gagal maka transaksi tersebut akan berakhir sendirinya.

nah trus misalkan kita dengan modal ppjb tersebut melakukan transaksi ntah jual maupun sewa kan kembali ke orang lain dan ternyata orang tersebut melihat adanya klausal waktu tertentu tersebut , apa mungkin target kita sengaja menunggu waktu berakhirnya klausal dan target kita sendiri kemudian menghubungi pemilik lama dan bertransaksi langsung tanpa melalui kita.

kira - kira ada tips nya gak dalam menghadapi situasi begini.

terima kasih atas penerangannya..
Ada beberapa Hal yang bisa kita simak dari Pertanyaan Bapak:

1. Kalau saya ngomong, ini cara Pak Cipto Dj. Saya sendiri ogah pakai begituan. ngapain ribet2 mempertaruhkan uang kita untuk menjualkan properti orang lain. Kecuali memang properti yang potensial (murah dibawah pasar dan banyak sekali peminatnya).
Kalau mau gampang, ada beberapa cara yang lebih simple dan elegan, tanpa harus mempertaruhkan uang kita. Penjualnya manusia, kita diskusi tentang barang dagangan mereka, dalam hal ini adalah properti. Kalau kita mau hanya menjualkan, kita bilang aja terang2an. Kalau mereka tidak mau kasih kita komisi, kita bisa mencari komisi pada pembeli.
Bisa juga kalau misalnya harganya murah, fungsi PPBJ adalah mengunci harga penjual. PPJB sendiri tidak harus kita keluar uang, dengan diskusi dengan pemilik barang kitapun bisa menguncinya tanpa keluar uang.
Fungsi PPBJ, jika misalnya harga properti 50 juta, kita kunci dahulu dengan harga 50jt dengan penjual, setelah itu kita jual 75jt. Berarti kita untung 25jt.
Kalau batas waktu itupun bisa fleksibel, tergantung diskusi kita dengan penjual. Jika kurang, kita bisa minta waktu. Penjual adalah manusia, manusia itu fleksibel dan bisa diajak omong, dan biasanya mereka setuju jika ada keuntungan buat mereka.
Namun kita sebagai penjual, kita harus jujur dan tidak maksud jelek, baik dengan penjual, maupun dengan pembeli. Karena dari sinilah kepercayaan dan kredibilitas kita bisa dilihat oleh orang lain. Kita harus bijaksana dan adil bagi keduabelah pihak, tapi menguntungkan kita.

2. Memang seringkali terjadi pada agen2 properti, pembeli dan penjual bertemu sendiri tanpa melalui agen properti, hal itu untuk menghindari komisi (biasanya orang disini yg sering begini, kalu dinegara maju mereka menghargai agen properti).
Untuk itu Pak Cipto Dj mengajarkan, supaya tidak demikian, kita bayar dahulu, jadi seakan2 kita yang membeli. Sehingga mau tidak mau, penjual terikat dengan kita, dan pembeli membeli dari kita. Cuman ya gitu, kelemahannya kita "gambling" atau berjudi dengan uang kita, jika barang tidak laku, uang kita hilang.

Memang sekarang tergantung dari penjualnya, alias dari manusianya, apa keinginan penjual dan bagaimana tipe orang penjualnya (apakah fleksibel, atau straight/kaku, atau bagaimana) dari situ kita ikuti, sesuaikan dengan resiko kita, apakah besar apakah kecil. Jadi semua itu kembali pada diskusi dengan penjualnya.
Jangan fanatik bodo-bodo dengan ajaran orang tertentu yang mengajarkan PPJB, simak yang lain, sesuaikan dengan lingkungan kita dan resiko kita.

Selasa, 07 Agustus 2012

Ide Bisnis Saya Yang Pernah Terwujud

Berikut ini salah satu ide bisnis yang pernah saya wujudkan. Ini adalah hotwh**ls yang dipotong, lalu diberi flashdisk... haha









Ide Bisnis

Sering kali terlintas ide2 bisnis dipikiran saya. Namun tidak semua ide bisa terwujud, banyak ide yang hanya tersimpan dalam notes saya.
Ada beberapa ide produk orang lain yang memberi insight saya, bisa berupa gambar/foto maupun lisan/dalam perkataan.
Berikut ini contoh koleksi2 gambar/foto yang saya koleksi.























Sabtu, 16 Juni 2012

Pertanyaan seputar modal dengan kartu kredit

Quote:
Originally Posted by t_kio View Post
suhu agan Hadi yth.,
Pertama" terimakasih utk sharing yg agan berikan lwt ebook,
skrg ane jd bisa melihat peluang besar terbentang di depan ane.
(dan untunglah kata "b*ngs#t" tdk cocok buat ane, krn ane
udh sebarin tuh ebook ke tmn" ane, yg bisnismen maupun bukan, hehe)
ane ada bbrp pertanyaan mengenai permodalan:
1. permodalan lwt kartu kredit vs KTA, mana yg lbh menguntungkan?
ane lihat, kartu kredit lebih fleksible (bisa diakalin) bayarnya, bnr gak gan?
2. mengenai teknik "mendapatkan bunga murah" (kartu kredit),
ane nangkep simple nya begini: misal ane hutang 10jt pk kartu kredit A,
nah pas udh saatnya bayar, ane gesek tunai 10jt pk kartu kredit B utk
lunasin kartu kredit A. Kartu kredit A tidak berbunga (lunas) tp ane
kena charge 2.5% dari merchant gesek tunai (250rb). Jadi secara
garis besar, ane cuma "bayar bunga nya doank", dan lebih murah pula!
Dan dari sini ane bisa terus menerus bernafas panjang SELAMA ane bisa
bayar bunga pk profit bisnis ane, ane tinggal gali lubang tutup lubang ajah!
Apakah ane memahami konsep ini dengan benar, suhu?
3. lalu agan sempat menyinggung mengenai "jasa pelunasan" di ebook.
ane kurang paham apa fungsi nya "jasa pelunasan" ini, sekaligus bagaimana
memberdayakannya dalam permodalan dgn kartu kredit. ane udh lihat
banyak yg nawarin jasa pelunasan dgn fee 2.8% dsb. tp ane gak paham
itu ntar klo kartu kredit nya udh dilunasin ama si merchant, apakah ane
harus bayar si merchant scr tunai atau mencicil atau gimana? trus fee nya
itu setiap bulan atau cuma sekali saja? mohon contoh kasusnya suhu... biar jelas.
THANKSSSSS BERATTTT!!
t_kio
Pertama, saya bukan suhu anda.
kedua permodalan KTA vs KK, lebh fleksibel KK. Kalau memang KTA perhitungan anda masuk, ya silahkan saja. Tapi paling flexibel ya KK tadi. Tergantung perhitungan bisnis anda.
Kedua, kalau bikin KK, jgn lgs pakai. Bikin puluhan dulu dengan limit besar kalau perlu, setelah yakin, rencana matang, silahkan sikat. Namun harus perhitungan ya.
Ketiga, untuk pertanyaan anda no 2 dan 3, lebih baik pakai pelunasan. Misalnya anda hutang dengan KK 10 jt, maka merchant akan membayarkan full tagihan anda. Otomatis KK tidak akan berbunga sama sekali (ingat bunga KK +/- 3,75%), namun anda harus bayar fee ke merchant sebesar 2,5% (tergantung nego anda dengan merchant), artinya anda hemat di bunga. Anda hanya perlu membayar 2,5% saja dibanding 3,75%.
2,5% Itu anda bayar cash kepada merchantnya, karena mereka sudah meminjamkan uangnya untuk melunasi hutang K anda supaya tidak berbunga.
Kenapa 2,5%? Karena ketika mereka menggesek kembali, mereka juga kena potong dari bank 1,8% sd 2,2%, jadi keuntungan merchant hanya sekitar 0,7 sd 0,3% saja.
Semoga mengerti.....
Cendol, sebarkan, dan yakinkan pada banyak orang mengenai ilmu ini, dan satu lagi....., ingatlah saya..... .

Buat yang lain yang tidak 'mudeng'/ tidak mengerti, silahkan download e-book benar2 gratis di LESPRIVATBISNIS.COM, seperti agan t_kio


Pertanyaan dari Kaskus, http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4601230&page=15

Terbalas lagi dengan pertanyaan,
Quote:
Originally Posted by t_kio View Post
makasih banyak penjelasannya gan!

tp ane masih belum mudeng, itu "hutang pokok" nya gimana kelanjutannya?

mksd ane, setelah hutang ane dilunasi oleh merchant, trus ane bayar cash
fee nya yg 2.5%... lantas ane bayar "hutang pokok" ke merchant nya itu sistem nya gimana?

EDIT: cek kulkas gan...!!
Loh, hutangnya ya tetap pada bank KK nya.
Jadi Merchant itu membayarkan sesuai hutang, lalu ia akan menggesek kembali sejumlah yang dibayarkan tadi. Sehingga merchant mendapat uangnya kembali dari bank, plus fee dari anda. Sedangkan anda tetap hutang pada bank KK. Hal itu hanya menghilangkan bunga dari bank KK saja.  

Senin, 11 Juni 2012

Berusahalah seperti pengusaha untuk mengusahakan mendownload e-book


Cukup sering menerima email yg kesusahan mendownload e-book gratis. Contohnya seperti dibawah ini:

DH,
Selamat sore pak Hadi,
saya tertarik untuk memiliki e-book bapak yang bapak share di website bapak.
tetapi ada kendala saya tidak bisa download karena di blok oleh server.
mohon kiranya kalo boleh saya minta dikirim lewat email e-book bapak "Saya Muak dengan Motivasi" dan "E-book tentang Bisnis dan Property"
Terima kasih pak atas bantuannya.
Semoga bapak makin sukses dan berkah, amin.
Salam,
********

Berikut jawaban yg dikirim atas email diatas:
 
Yth. Bp. ******
Mohon maaf km tdk bisa mengirimkan e-book via email.
Berusahalah seperti pengusaha untuk mengusahakan mendownload e-book tersebut melalui jalan lain seperti warnet atau komputer tetangga anda.
Kami yakin mata bisnis anda, sedikit atau banyak, akan tercelik setelah membaca e-book tersebut.
Jangan lupa untuk memberi tahu pengunjung warnet atau tetangga anda mengenai keberadaan e-book ini. Supaya ilmu ini tidak berhenti di anda saja.
Demikian kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar2nya.

Best regard,
Lesprivatbisnis

 Kiranya, kalimat yang ditebali bisa menjadi inti dari tulisan ini, mudah2an anda bisa mengerti....

Sabtu, 02 Juni 2012

Developer Kecil2an yang Berdarah2

Quote:
Originally Posted by phaeton View Post
ane seorang developer kecil2an, seringkali mengalami kesulitan cash flow saat ada peluang bagus lagi selagi mengerjakan proyek2 perumahan ane.
masalahnya perbankan tidak mendukung pembebasan lahan, sehingga harus keluar kocek pribadi. ane sudah berusaha memperbaiki cash flow dengan berbagai macam jurus, tapi masih sering berdarah2...
banyak sih yang komentar agar ane membatasi diri sesuai kemampuan, tapi ane koq ga bisa ya melewatkan peluang yang bagus lewat begitu saja?..
mohon bimbingannya....
Hihihihihihi, lumayan langkah anda. Mengenai cashflow, coba baca ini Gan: http://www.lesprivatbisnis.com/2012/...pemasukan.html
Inti cashflow cuman 1, ya sesuai judulnya "Tahan Pembayaran, Perbanyak Pemasukan".
Siasati pembayaran, kl bisa mundur, siasati pemasukan, gimana supaya konsumen bisa bayar didepan (kasih bonus etc). Coba pikirkan cara kreatif untuk menyiasati semua itu. Hanya itu saja Gan.....

PRODUK YANG BAIK AKAN MENJUAL DIRINYA SENDIRI

Maaf lama tdk muncul karena kesibukan saya.
Saya kemarin lagi "mengandung" sebuah perusahaan alas kaki, sehingga konsentrasi saya terpaku pada perusahaan tersebut. Sekarang masih 70% tetapi coba saya sempatkan untuk mampir disini.
Untuk pertanyaan2 Agan, akan coba saya pilih2 yg sesuai dengan suasana hati daya hahahahahahaha.

Quote:
Originally Posted by Praba_03121989 View Post
Permisi agan2..
saya mau numpang konsultasi..
langsung saja,
saya mahasiswa tingkat akhir, tertarik berwirausaha, bahkan sekarng sudah buka...
bidang saya makanan, khususnya bakery untuk jajanan kaki lima-an gitu gan..
saya sudah buka selama 2 hari..
semua persiapan sudah OK,
lokasi di samping minimarket, seberang ada warnet dan game centre, deket pertigaan yang rame orang lalu lalang.. dan banyak orang jualan juga..
di sepanjang jalan itu ada 4 kampus besar, 2 kantor pemerintahan.
range harga 2500-4000
jam buka dari jam 4 sore sampai 11 malam.
rencana awal, berdasarkan perhitungan saya, saya menargetkan 30 buah roti terjual per hari.
jumlah itu terhitung minimal untuk menutupi operasional-sewa tempat-listrik dll.
nah, selama 2 hari buka ini, penjualan PER HARI nya (hanya) 5 buah roti..
nah, ane memiliki sedikit kekhawatiran dengan hal ini, walaupun emmang 2 hari usaha tidak bisa dijadikan acuan...
di satu sisi saya berusaha terus memikirkan apa yang masih kurang,
berdasarkan pengamatan saya,ada beberapa hal yang bisa sya simpulkan :
1. pertama masalah kurangnya promosi
2. produk masih sangat baru dan asing di kota saya, padahal di kota asal produk ini, laku.
3. tempat (dan gerobak) sepertinya kurang mencolok, terutama tulisan dan banner memang belum ada,
saya cuma menempel tulisan saja di bagian kaca gerobak (dari jarak 10 m masih kebaca)
4. dari produk sendiri memang saya menemukan ada sedikit kesalahan dalam hal teknik memasaknya.
yang harusnya di sajikan panas, tapi cepat dingin begitu disajikan. tapi hal ini sudah saya usahakan untuk diperbaiki, dan hasilnya terlihat memang roti lebih tahan hangatnya.
nah, itu beberapa kekurangan hasil analisa saya, untuk kekurangan hal lain sampai saat ini belum terpikir oleh saya..
saya khawatir, apakah karena beberapa hal di atas itulah yang menyebabkan penjualan minim dan beberapa pelanggan yang sudah membeli tidak terlihat membeli lagi. hanya ada 1 orang yg balik lagi selama 2 hari ini.
saya mohon nasihat dan masukan dari agan2 sesepuh semua..
terimakasih.
Wah, sudah separuh jalan sudah bagus, analisa anda pun cukup bagus, cuman kurang 1 yang sangat penting bagi anda, yaitu: "ANDA TIDAK PD DENGAN DAGANGAN ANDA!!!".
Kekuatiran anda menjadi momok anda sendiri dan menggerogoti dagangan anda. Masakan anda kalah dengan istilah "penjual kecap nomor 1".
Tumbuhkan keyakinan anda, supaya anda tidak patah semangat.

Dari tulisan anda, terlihat pasar yang anda tuju masih harus diedukasi, artinya mereka masih belum mengenal produk anda.
Ada beberapa keuntungan dari produk baru,
1. produk anda bisa menjadi pioner
2. nama produk anda bisa digunakan sebagi penyebut produk itu sendiri, contoh saja dahulu orang menyebut sepeda motor dengan nama "Honda", karena Honda dahulu sepeda motor yang pertama merajai pasar.
3. Jika konsumen merasa pas dan biasa memakai produk anda, maka loyalitas konsumen lebih kuat jika ada produk baru.

Tugas anda kini "mengedukasi pasar", mengenalkan produk anda. Bisa anda mulai langkah2 berikut:
1. Pilihlah merek,
2. buatlah sign/pengenal/baliho yang menarik dan bagus, anda bisa pakai jasa large printing yang sekarang makin murah. Minta tolonglah kepada design grafis dikota anda jika anda kurang bisa design grafis;
3. buat kedai anda semenarik mungkin, tatanan produk yang cantik dan menarik perhatian orang, menggugah rasa lapar orang;
4. dan yang terpenting, kenalkan produk anda. Bisa jadi potong kecil2 untuk bisa dicoba oleh calon konsumen, atau bentuk voucher yg dibagikan atau kerja sama dengan toko lain (misalnya pembelian ditoko A sebesar 100rb, gratis 1 kue anda).
Memang mengedukasi pasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun efeknya akan berkepanjangan, bahkan efeknya dari beberapa teman saya yang berhasil bisa berkembang menjadi beberapa outlet dengan cara demikian.

Setelah berhasil, ada beberapa point yg harus diperhatikan oleh produk pioner. Namun tidak saya jelaskan disini karena tahap anda belum sampai disitu dan bisa2 tulisan ini tambah panjang menjadi novel hahahahaha

Ingat dan tanamkan "PRODUK YANG BAIK AKAN MENJUAL DIRINYA SENDIRI"
anda hanya perlu mengenalkan, lalu produknya baik akan selalu dikenal dan dibeli oleh konsumen.
tulisan dari http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4601230&page=14

Minggu, 29 April 2012

"Tahan Pembayaran, Perbanyak Pemasukan" tulisan tentang cashflow


Quote:


Originally Posted by pambudi_e04 View Post
Pak saya pengrajin bata merah. sudah memiliki puluhan pegawai pak.
Proses produksi juga mulai saya tingkatkan.. tapi masih belum sebanding dengan jumlah pesanan. Sehingga hampir 40% bata merah saya ngambil dari luar untuk memenuhi jumlah pesanan, walaupun terkadang tidak dapat untung atau impas demi memperluas jaringan pemasaran.
Beberapa bulan ini tagihan bata merah ke suplier-suplier saya yang ada di kota membengkak. karena memang sebagian besar untuk proyekan, Bayarnya pun tidak bisa sekaligus (melainkan di cicil). yang bayar cash hanya bisa dihitung dengan jari. Nah terkadang tiap minggu saya kebingungan pak. karena harus mengumpulkan uang yang ada buat mengaji tenaga kerja dan oprasional yang ada.
mohon solusinya pak....
Batu Bata, pembangun bangsa......
Dari tulisan bapak, saya pribadi menyimpulkan memang ini cash flow yang tidak sehat. Sayang sekali, pesanan banyak, tenaga kerja banyak, namun tidak dibarengi dengan cashflow yang baik....
Bapak cuman selangkah jauhnya dengan sukses. Tinggal perbaikan sedikit saja, cashflow.
Ada beberapa cara untuk memperbaiki cashflow: