http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000004601230/konsultasi-usaha-oleh-pak-hadi7878/18
Original Posted By wisnuadinu ►
gan,
ane seorang PNS berumur 23 thn, jujur ane mimiliki minat yang jauh
lebih besar di bidang entrepreneur, berikut ane gambarkan detail kondisi
yang ane hadapin:
- saat ini ane tidak memiliki modal sama sekali dalam bentuk uang..
- ane mimiliki modal dalam bentuk tanah peninggalan orang tua di
beberapa tempat di kota madiun jatim, dan sintang kalbar.. kalau ditotal
sih ada sekitar 5 Ha..
- sebagian besar tanah yang di kota madiun sih ditanami tebu, sisa 1
doank yang terbengkalai, tapi luasnya cuman sekitar 750m2 di belakang
kampus universitas merdeka. Kalau yang di sintang kalbar semuanya
nganggur, yg gede sih di depan salah satu pusat perbelanjaan seluas
sekitar 3000m2, dan ada yg agak jauh dari kota tapi di pinggir jalan
besar untuk menuju tempat wisata sekitar 2Ha..
- keluarga ane juga punya peternakan igan gurame kecil-kecilan gan, tapi
miris ngeliat harga jualnya di tingkat petani. Kalau ke konsumen kan
gurame dikenal sebagai salah satu ikan mahal, tapi di tingkat petani
harga jual per kg nya tidak lebih dari 20rb. Makanya ane kepikiran
gimana caranya supaya ane bisa meningkatkan nilai dari ikan gurame ini,
tapi ane gak punya keahlian memasak..
- owh ya, ane sendiri saat ini bekerja di maluku, jadi kalau bisa
sarannya merupakan usaha yang dapat dikontrol dari jauh melalui orang2
kepercayaan atau keluarga dekat, soalnya hampir mustahil kalau ane buka
usaha di maluku karena instansi ane yang sering memutasi pegawainya..
- semua kondisi ini ane gambarkan secara detail bukan untuk disombongkan
ya gan, tapi semata2 pengen mendapatkan pencerahan yang akurat dari
ente..
mohon masukan dan sarannya gan..
Tanah = emas, bahkan melebihi emas. Tapi emas jaman sekarang bisa turun
banget nilainya. TAPI TANAH TIDAK PERNAH TURUN, itu kunci modal anda.
Agan punya modal, hendaknya dimanfaatkan dulu.
Mohon maaf; Mungkin anda kurang dekat dengan orang tua anda, coba anda
tanyakan kepada orang tua anda, kenapa mereka menyimpan tanah untuk
anak2 mereka. Bagi saya mereka sangat cerdik dengan menyimpan tanah
untuk anak2nya.
MODAL ANDA SEKARANG = tanah.
Silahkan anda rancang skenario untuk diri anda sendiri, mau jual tanah
anda trus untuk modal, mau sewakan tanah anda untuk modal, mau
kerjasamakan tanah anda untuk modal, atau lainnya.
Dari skenario diatas itu, Agan musti ketahui dulu, semua informasi
tentang tanah sekitar anda, kelebihan tanah anda dibanding yang lain,
dan harga pasaran sekitar (ilmu marketing).
Semua itu informasi itu sangat mendukung perolehan modal yang anda akan
dapatkan. Semakin banyak kelebihan tanah anda, semakin PD pula anda
menjual/menyewakan/mengkerjasamakan tanah anda sendiri.
Setelah anda mendapat modal, lalu mau dikemanakan uang itu. Untuk modal usaha atau modal kerja atau beli tanah lagi? hahahaha
sudah seharusnya anda bersyukur punya orang tua yang cerdik.....
lesprivatbisnis.blogspot.com
Jumat, 31 Januari 2014
Minggu, 24 Maret 2013
Menyelesaikan masalah tanpa Uang...
Beberapa waktu lalu saya berbincang2 dengan saudara saya. Ada 1 hal yang saya kagum dari beliau.
Beliau pernah merasakan sangat down/stress saat2 keadaan bisnisnya kurang baik. Dari situ timbul omongan yang sangat saya kesan sampai sekarang, yaitu "menyelesaikan masalah tanpa uang, itulah yang membuat mental manusia jadi kuat".
Beliau mencontohkan anaknya. Ketika anaknya memecahkan botol minuman temannya, terjadi perbedaan antara penyelesaian masalah dengan menggunakan uang atau tanpa uang. Mari kita lihat perbedaannya,
Beliau mengatakan, banyak anak2 orang kaya, yang ketika menghadapi masalah, mereka lari kepada orang tua, lalu uang berbicara. Sehingga karakter, mental, keyakinan dan kecakapan menyelesaikan problem solving tidak terasah. Sehingga banyak yang tidak bisa meneruskan bisnis warisan (ingat mitos 2 atau 3 generasi bisnis akan ambruk).
Wes lah, ndak usah mengurusi anak2 orang kaya, sekarang bagi kita bagaimana cara menyelesaikan masalah kita tanpa uang itu yang membuat kita menjadi emas. Silahkan coba sendiri ya?
Beliau pernah merasakan sangat down/stress saat2 keadaan bisnisnya kurang baik. Dari situ timbul omongan yang sangat saya kesan sampai sekarang, yaitu "menyelesaikan masalah tanpa uang, itulah yang membuat mental manusia jadi kuat".
Beliau mencontohkan anaknya. Ketika anaknya memecahkan botol minuman temannya, terjadi perbedaan antara penyelesaian masalah dengan menggunakan uang atau tanpa uang. Mari kita lihat perbedaannya,
- Dengan menggunakan uang: botol minuman pecah, si anak bilang kepada orang tuanya, lalu orang tua "mengeluarkan duit" untuk mengganti botol minuman yang pecah. Masalah selesai.
- Tanpa uang: botol minuman pecah, si anak bilang pada orang tua, lalu orang tua bilang ga punya duit, lalu orang tua bilang, harus minta maaf pada temannya, orang tua temannya, dan gurunya. Si anak melakukan dengan penuh tangisan, memberanikan dirinya yang takut untuk minta maaf kepada orang2 yang bersangkutan. Masalah selesai.
Beliau mengatakan, banyak anak2 orang kaya, yang ketika menghadapi masalah, mereka lari kepada orang tua, lalu uang berbicara. Sehingga karakter, mental, keyakinan dan kecakapan menyelesaikan problem solving tidak terasah. Sehingga banyak yang tidak bisa meneruskan bisnis warisan (ingat mitos 2 atau 3 generasi bisnis akan ambruk).
Wes lah, ndak usah mengurusi anak2 orang kaya, sekarang bagi kita bagaimana cara menyelesaikan masalah kita tanpa uang itu yang membuat kita menjadi emas. Silahkan coba sendiri ya?
Minggu, 19 Agustus 2012
PPBJ
Quote:
|
Salam sukses pak hadi , ada yang
ingin saya tanyakan mengenai masalah PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual
Beli) dalam transaksi jual beli ruko / rumah.
apabila kita telah melakukan PPJB dengan penjual dengan klausal pelunasan dilakukan dengan jangka waktu tertentu di depan secara tunai keras dan apabila gagal maka transaksi tersebut akan berakhir sendirinya. nah trus misalkan kita dengan modal ppjb tersebut melakukan transaksi ntah jual maupun sewa kan kembali ke orang lain dan ternyata orang tersebut melihat adanya klausal waktu tertentu tersebut , apa mungkin target kita sengaja menunggu waktu berakhirnya klausal dan target kita sendiri kemudian menghubungi pemilik lama dan bertransaksi langsung tanpa melalui kita. kira - kira ada tips nya gak dalam menghadapi situasi begini. terima kasih atas penerangannya.. |
1. Kalau saya ngomong, ini cara Pak Cipto Dj. Saya sendiri ogah pakai begituan. ngapain ribet2 mempertaruhkan uang kita untuk menjualkan properti orang lain. Kecuali memang properti yang potensial (murah dibawah pasar dan banyak sekali peminatnya).
Kalau mau gampang, ada beberapa cara yang lebih simple dan elegan, tanpa harus mempertaruhkan uang kita. Penjualnya manusia, kita diskusi tentang barang dagangan mereka, dalam hal ini adalah properti. Kalau kita mau hanya menjualkan, kita bilang aja terang2an. Kalau mereka tidak mau kasih kita komisi, kita bisa mencari komisi pada pembeli.
Bisa juga kalau misalnya harganya murah, fungsi PPBJ adalah mengunci harga penjual. PPJB sendiri tidak harus kita keluar uang, dengan diskusi dengan pemilik barang kitapun bisa menguncinya tanpa keluar uang.
Fungsi PPBJ, jika misalnya harga properti 50 juta, kita kunci dahulu dengan harga 50jt dengan penjual, setelah itu kita jual 75jt. Berarti kita untung 25jt.
Kalau batas waktu itupun bisa fleksibel, tergantung diskusi kita dengan penjual. Jika kurang, kita bisa minta waktu. Penjual adalah manusia, manusia itu fleksibel dan bisa diajak omong, dan biasanya mereka setuju jika ada keuntungan buat mereka.
Namun kita sebagai penjual, kita harus jujur dan tidak maksud jelek, baik dengan penjual, maupun dengan pembeli. Karena dari sinilah kepercayaan dan kredibilitas kita bisa dilihat oleh orang lain. Kita harus bijaksana dan adil bagi keduabelah pihak, tapi menguntungkan kita.
2. Memang seringkali terjadi pada agen2 properti, pembeli dan penjual bertemu sendiri tanpa melalui agen properti, hal itu untuk menghindari komisi (biasanya orang disini yg sering begini, kalu dinegara maju mereka menghargai agen properti).
Untuk itu Pak Cipto Dj mengajarkan, supaya tidak demikian, kita bayar dahulu, jadi seakan2 kita yang membeli. Sehingga mau tidak mau, penjual terikat dengan kita, dan pembeli membeli dari kita. Cuman ya gitu, kelemahannya kita "gambling" atau berjudi dengan uang kita, jika barang tidak laku, uang kita hilang.
Memang sekarang tergantung dari penjualnya, alias dari manusianya, apa keinginan penjual dan bagaimana tipe orang penjualnya (apakah fleksibel, atau straight/kaku, atau bagaimana) dari situ kita ikuti, sesuaikan dengan resiko kita, apakah besar apakah kecil. Jadi semua itu kembali pada diskusi dengan penjualnya.
Jangan fanatik bodo-bodo dengan ajaran orang tertentu yang mengajarkan PPJB, simak yang lain, sesuaikan dengan lingkungan kita dan resiko kita.
Selasa, 07 Agustus 2012
Ide Bisnis Saya Yang Pernah Terwujud
Berikut ini salah satu ide bisnis yang pernah saya wujudkan. Ini adalah hotwh**ls yang dipotong, lalu diberi flashdisk... haha
Ide Bisnis
Sering kali terlintas ide2 bisnis dipikiran saya. Namun tidak semua ide bisa terwujud, banyak ide yang hanya tersimpan dalam notes saya.
Ada beberapa ide produk orang lain yang memberi insight saya, bisa berupa gambar/foto maupun lisan/dalam perkataan.
Berikut ini contoh koleksi2 gambar/foto yang saya koleksi.
Ada beberapa ide produk orang lain yang memberi insight saya, bisa berupa gambar/foto maupun lisan/dalam perkataan.
Berikut ini contoh koleksi2 gambar/foto yang saya koleksi.
Sabtu, 16 Juni 2012
Pertanyaan seputar modal dengan kartu kredit
Quote:
|
suhu agan Hadi yth.,
Pertama" terimakasih utk sharing yg agan berikan lwt ebook, skrg ane jd bisa melihat peluang besar terbentang di depan ane. (dan untunglah kata "b*ngs#t" tdk cocok buat ane, krn ane udh sebarin tuh ebook ke tmn" ane, yg bisnismen maupun bukan, hehe) ane ada bbrp pertanyaan mengenai permodalan: 1. permodalan lwt kartu kredit vs KTA, mana yg lbh menguntungkan? ane lihat, kartu kredit lebih fleksible (bisa diakalin) bayarnya, bnr gak gan? 2. mengenai teknik "mendapatkan bunga murah" (kartu kredit), ane nangkep simple nya begini: misal ane hutang 10jt pk kartu kredit A, nah pas udh saatnya bayar, ane gesek tunai 10jt pk kartu kredit B utk lunasin kartu kredit A. Kartu kredit A tidak berbunga (lunas) tp ane kena charge 2.5% dari merchant gesek tunai (250rb). Jadi secara garis besar, ane cuma "bayar bunga nya doank", dan lebih murah pula! Dan dari sini ane bisa terus menerus bernafas panjang SELAMA ane bisa bayar bunga pk profit bisnis ane, ane tinggal gali lubang tutup lubang ajah! Apakah ane memahami konsep ini dengan benar, suhu? 3. lalu agan sempat menyinggung mengenai "jasa pelunasan" di ebook. ane kurang paham apa fungsi nya "jasa pelunasan" ini, sekaligus bagaimana memberdayakannya dalam permodalan dgn kartu kredit. ane udh lihat banyak yg nawarin jasa pelunasan dgn fee 2.8% dsb. tp ane gak paham itu ntar klo kartu kredit nya udh dilunasin ama si merchant, apakah ane harus bayar si merchant scr tunai atau mencicil atau gimana? trus fee nya itu setiap bulan atau cuma sekali saja? mohon contoh kasusnya suhu... biar jelas. THANKSSSSS BERATTTT!! t_kio |
kedua permodalan KTA vs KK, lebh fleksibel KK. Kalau memang KTA perhitungan anda masuk, ya silahkan saja. Tapi paling flexibel ya KK tadi. Tergantung perhitungan bisnis anda.
Kedua, kalau bikin KK, jgn lgs pakai. Bikin puluhan dulu dengan limit besar kalau perlu, setelah yakin, rencana matang, silahkan sikat. Namun harus perhitungan ya.
Ketiga, untuk pertanyaan anda no 2 dan 3, lebih baik pakai pelunasan. Misalnya anda hutang dengan KK 10 jt, maka merchant akan membayarkan full tagihan anda. Otomatis KK tidak akan berbunga sama sekali (ingat bunga KK +/- 3,75%), namun anda harus bayar fee ke merchant sebesar 2,5% (tergantung nego anda dengan merchant), artinya anda hemat di bunga. Anda hanya perlu membayar 2,5% saja dibanding 3,75%.
2,5% Itu anda bayar cash kepada merchantnya, karena mereka sudah meminjamkan uangnya untuk melunasi hutang K anda supaya tidak berbunga.
Kenapa 2,5%? Karena ketika mereka menggesek kembali, mereka juga kena potong dari bank 1,8% sd 2,2%, jadi keuntungan merchant hanya sekitar 0,7 sd 0,3% saja.
Semoga mengerti.....
Cendol, sebarkan, dan yakinkan pada banyak orang mengenai ilmu ini, dan satu lagi....., ingatlah saya..... .
Buat yang lain yang tidak 'mudeng'/ tidak mengerti, silahkan download e-book benar2 gratis di LESPRIVATBISNIS.COM, seperti agan t_kio
Pertanyaan dari Kaskus, http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4601230&page=15
Terbalas lagi dengan pertanyaan,
Quote:
|
makasih banyak penjelasannya gan!
tp ane masih belum mudeng, itu "hutang pokok" nya gimana kelanjutannya? mksd ane, setelah hutang ane dilunasi oleh merchant, trus ane bayar cash fee nya yg 2.5%... lantas ane bayar "hutang pokok" ke merchant nya itu sistem nya gimana? EDIT: cek kulkas gan...!! |
Jadi Merchant itu membayarkan sesuai hutang, lalu ia akan menggesek kembali sejumlah yang dibayarkan tadi. Sehingga merchant mendapat uangnya kembali dari bank, plus fee dari anda. Sedangkan anda tetap hutang pada bank KK. Hal itu hanya menghilangkan bunga dari bank KK saja.
Senin, 11 Juni 2012
Berusahalah seperti pengusaha untuk mengusahakan mendownload e-book
Cukup sering menerima email yg kesusahan mendownload e-book gratis. Contohnya seperti dibawah ini:
DH,
Selamat sore pak Hadi,
saya tertarik untuk memiliki e-book bapak yang bapak share di website bapak.
tetapi ada kendala saya tidak bisa download karena di blok oleh server.
mohon kiranya kalo boleh saya minta dikirim lewat email e-book
bapak "Saya Muak dengan Motivasi" dan "E-book tentang Bisnis dan
Property"
Terima kasih pak atas bantuannya.
Semoga bapak makin sukses dan berkah, amin.
Salam,
********Berikut jawaban yg dikirim atas email diatas:
Yth. Bp. ******
Mohon maaf km tdk bisa mengirimkan e-book via email.
Berusahalah seperti pengusaha untuk mengusahakan mendownload e-book tersebut melalui jalan lain seperti warnet atau komputer tetangga anda.
Kami yakin mata bisnis anda, sedikit atau banyak, akan tercelik setelah membaca e-book tersebut.
Jangan lupa untuk memberi tahu pengunjung warnet atau tetangga anda mengenai keberadaan e-book ini. Supaya ilmu ini tidak berhenti di anda saja.
Demikian kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar2nya.
Best regard,
Mohon maaf km tdk bisa mengirimkan e-book via email.
Berusahalah seperti pengusaha untuk mengusahakan mendownload e-book tersebut melalui jalan lain seperti warnet atau komputer tetangga anda.
Kami yakin mata bisnis anda, sedikit atau banyak, akan tercelik setelah membaca e-book tersebut.
Jangan lupa untuk memberi tahu pengunjung warnet atau tetangga anda mengenai keberadaan e-book ini. Supaya ilmu ini tidak berhenti di anda saja.
Demikian kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar2nya.
Best regard,
Lesprivatbisnis
Kiranya, kalimat yang ditebali bisa menjadi inti dari tulisan ini, mudah2an anda bisa mengerti....
Sabtu, 02 Juni 2012
Developer Kecil2an yang Berdarah2
Quote:
|
ane seorang developer kecil2an,
seringkali mengalami kesulitan cash flow saat ada peluang bagus lagi
selagi mengerjakan proyek2 perumahan ane.
masalahnya perbankan tidak mendukung pembebasan lahan, sehingga harus keluar kocek pribadi. ane sudah berusaha memperbaiki cash flow dengan berbagai macam jurus, tapi masih sering berdarah2... banyak sih yang komentar agar ane membatasi diri sesuai kemampuan, tapi ane koq ga bisa ya melewatkan peluang yang bagus lewat begitu saja?.. mohon bimbingannya.... |
Inti cashflow cuman 1, ya sesuai judulnya "Tahan Pembayaran, Perbanyak Pemasukan".
Siasati pembayaran, kl bisa mundur, siasati pemasukan, gimana supaya konsumen bisa bayar didepan (kasih bonus etc). Coba pikirkan cara kreatif untuk menyiasati semua itu. Hanya itu saja Gan.....
PRODUK YANG BAIK AKAN MENJUAL DIRINYA SENDIRI
Maaf lama tdk muncul karena kesibukan saya.
Saya kemarin lagi "mengandung" sebuah perusahaan alas kaki, sehingga konsentrasi saya terpaku pada perusahaan tersebut. Sekarang masih 70% tetapi coba saya sempatkan untuk mampir disini.
Untuk pertanyaan2 Agan, akan coba saya pilih2 yg sesuai dengan suasana hati daya hahahahahahaha.
Wah, sudah separuh jalan sudah bagus, analisa anda pun cukup
bagus, cuman kurang 1 yang sangat penting bagi anda, yaitu: "ANDA TIDAK
PD DENGAN DAGANGAN ANDA!!!".
Kekuatiran anda menjadi momok anda sendiri dan menggerogoti dagangan anda. Masakan anda kalah dengan istilah "penjual kecap nomor 1".
Tumbuhkan keyakinan anda, supaya anda tidak patah semangat.
Dari tulisan anda, terlihat pasar yang anda tuju masih harus diedukasi, artinya mereka masih belum mengenal produk anda.
Ada beberapa keuntungan dari produk baru,
1. produk anda bisa menjadi pioner
2. nama produk anda bisa digunakan sebagi penyebut produk itu sendiri, contoh saja dahulu orang menyebut sepeda motor dengan nama "Honda", karena Honda dahulu sepeda motor yang pertama merajai pasar.
3. Jika konsumen merasa pas dan biasa memakai produk anda, maka loyalitas konsumen lebih kuat jika ada produk baru.
Tugas anda kini "mengedukasi pasar", mengenalkan produk anda. Bisa anda mulai langkah2 berikut:
1. Pilihlah merek,
2. buatlah sign/pengenal/baliho yang menarik dan bagus, anda bisa pakai jasa large printing yang sekarang makin murah. Minta tolonglah kepada design grafis dikota anda jika anda kurang bisa design grafis;
3. buat kedai anda semenarik mungkin, tatanan produk yang cantik dan menarik perhatian orang, menggugah rasa lapar orang;
4. dan yang terpenting, kenalkan produk anda. Bisa jadi potong kecil2 untuk bisa dicoba oleh calon konsumen, atau bentuk voucher yg dibagikan atau kerja sama dengan toko lain (misalnya pembelian ditoko A sebesar 100rb, gratis 1 kue anda).
Memang mengedukasi pasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun efeknya akan berkepanjangan, bahkan efeknya dari beberapa teman saya yang berhasil bisa berkembang menjadi beberapa outlet dengan cara demikian.
Setelah berhasil, ada beberapa point yg harus diperhatikan oleh produk pioner. Namun tidak saya jelaskan disini karena tahap anda belum sampai disitu dan bisa2 tulisan ini tambah panjang menjadi novel hahahahaha
Ingat dan tanamkan "PRODUK YANG BAIK AKAN MENJUAL DIRINYA SENDIRI"
anda hanya perlu mengenalkan, lalu produknya baik akan selalu dikenal dan dibeli oleh konsumen.
tulisan dari http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4601230&page=14
Saya kemarin lagi "mengandung" sebuah perusahaan alas kaki, sehingga konsentrasi saya terpaku pada perusahaan tersebut. Sekarang masih 70% tetapi coba saya sempatkan untuk mampir disini.
Untuk pertanyaan2 Agan, akan coba saya pilih2 yg sesuai dengan suasana hati daya hahahahahahaha.
Quote:
|
Permisi agan2..
saya mau numpang konsultasi.. langsung saja, saya mahasiswa tingkat akhir, tertarik berwirausaha, bahkan sekarng sudah buka... bidang saya makanan, khususnya bakery untuk jajanan kaki lima-an gitu gan.. saya sudah buka selama 2 hari.. semua persiapan sudah OK, lokasi di samping minimarket, seberang ada warnet dan game centre, deket pertigaan yang rame orang lalu lalang.. dan banyak orang jualan juga.. di sepanjang jalan itu ada 4 kampus besar, 2 kantor pemerintahan. range harga 2500-4000 jam buka dari jam 4 sore sampai 11 malam. rencana awal, berdasarkan perhitungan saya, saya menargetkan 30 buah roti terjual per hari. jumlah itu terhitung minimal untuk menutupi operasional-sewa tempat-listrik dll. nah, selama 2 hari buka ini, penjualan PER HARI nya (hanya) 5 buah roti.. nah, ane memiliki sedikit kekhawatiran dengan hal ini, walaupun emmang 2 hari usaha tidak bisa dijadikan acuan... di satu sisi saya berusaha terus memikirkan apa yang masih kurang, berdasarkan pengamatan saya,ada beberapa hal yang bisa sya simpulkan : 1. pertama masalah kurangnya promosi 2. produk masih sangat baru dan asing di kota saya, padahal di kota asal produk ini, laku. 3. tempat (dan gerobak) sepertinya kurang mencolok, terutama tulisan dan banner memang belum ada, saya cuma menempel tulisan saja di bagian kaca gerobak (dari jarak 10 m masih kebaca) 4. dari produk sendiri memang saya menemukan ada sedikit kesalahan dalam hal teknik memasaknya. yang harusnya di sajikan panas, tapi cepat dingin begitu disajikan. tapi hal ini sudah saya usahakan untuk diperbaiki, dan hasilnya terlihat memang roti lebih tahan hangatnya. nah, itu beberapa kekurangan hasil analisa saya, untuk kekurangan hal lain sampai saat ini belum terpikir oleh saya.. saya khawatir, apakah karena beberapa hal di atas itulah yang menyebabkan penjualan minim dan beberapa pelanggan yang sudah membeli tidak terlihat membeli lagi. hanya ada 1 orang yg balik lagi selama 2 hari ini. saya mohon nasihat dan masukan dari agan2 sesepuh semua.. terimakasih. |
Kekuatiran anda menjadi momok anda sendiri dan menggerogoti dagangan anda. Masakan anda kalah dengan istilah "penjual kecap nomor 1".
Tumbuhkan keyakinan anda, supaya anda tidak patah semangat.
Dari tulisan anda, terlihat pasar yang anda tuju masih harus diedukasi, artinya mereka masih belum mengenal produk anda.
Ada beberapa keuntungan dari produk baru,
1. produk anda bisa menjadi pioner
2. nama produk anda bisa digunakan sebagi penyebut produk itu sendiri, contoh saja dahulu orang menyebut sepeda motor dengan nama "Honda", karena Honda dahulu sepeda motor yang pertama merajai pasar.
3. Jika konsumen merasa pas dan biasa memakai produk anda, maka loyalitas konsumen lebih kuat jika ada produk baru.
Tugas anda kini "mengedukasi pasar", mengenalkan produk anda. Bisa anda mulai langkah2 berikut:
1. Pilihlah merek,
2. buatlah sign/pengenal/baliho yang menarik dan bagus, anda bisa pakai jasa large printing yang sekarang makin murah. Minta tolonglah kepada design grafis dikota anda jika anda kurang bisa design grafis;
3. buat kedai anda semenarik mungkin, tatanan produk yang cantik dan menarik perhatian orang, menggugah rasa lapar orang;
4. dan yang terpenting, kenalkan produk anda. Bisa jadi potong kecil2 untuk bisa dicoba oleh calon konsumen, atau bentuk voucher yg dibagikan atau kerja sama dengan toko lain (misalnya pembelian ditoko A sebesar 100rb, gratis 1 kue anda).
Memang mengedukasi pasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun efeknya akan berkepanjangan, bahkan efeknya dari beberapa teman saya yang berhasil bisa berkembang menjadi beberapa outlet dengan cara demikian.
Setelah berhasil, ada beberapa point yg harus diperhatikan oleh produk pioner. Namun tidak saya jelaskan disini karena tahap anda belum sampai disitu dan bisa2 tulisan ini tambah panjang menjadi novel hahahahaha
Ingat dan tanamkan "PRODUK YANG BAIK AKAN MENJUAL DIRINYA SENDIRI"
anda hanya perlu mengenalkan, lalu produknya baik akan selalu dikenal dan dibeli oleh konsumen.
tulisan dari http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4601230&page=14
Minggu, 29 April 2012
"Tahan Pembayaran, Perbanyak Pemasukan" tulisan tentang cashflow
|
Pak saya pengrajin bata merah. sudah memiliki puluhan pegawai pak.
Proses produksi juga mulai saya tingkatkan.. tapi masih belum sebanding dengan jumlah pesanan. Sehingga hampir 40% bata merah saya ngambil dari luar untuk memenuhi jumlah pesanan, walaupun terkadang tidak dapat untung atau impas demi memperluas jaringan pemasaran. Beberapa bulan ini tagihan bata merah ke suplier-suplier saya yang ada di kota membengkak. karena memang sebagian besar untuk proyekan, Bayarnya pun tidak bisa sekaligus (melainkan di cicil). yang bayar cash hanya bisa dihitung dengan jari. Nah terkadang tiap minggu saya kebingungan pak. karena harus mengumpulkan uang yang ada buat mengaji tenaga kerja dan oprasional yang ada. mohon solusinya pak.... |
Dari tulisan bapak, saya pribadi menyimpulkan memang ini cash flow yang tidak sehat. Sayang sekali, pesanan banyak, tenaga kerja banyak, namun tidak dibarengi dengan cashflow yang baik....
Bapak cuman selangkah jauhnya dengan sukses. Tinggal perbaikan sedikit saja, cashflow.
Ada beberapa cara untuk memperbaiki cashflow:
Sabtu, 28 April 2012
Soal Diferensiasi lagi, + Merek
Quote:
Memang demam bola tidak ada habisnya, baik luar maupun dalam negeri. Bisnis anda sangat memanfaatkan suasana tersebut.
Anda sah-sah saja memberi merek dagangan anda. Namun cobalah berpikir "APA YANG
Langganan:
Postingan (Atom)







































